Minggu, 24 Desember 2017

Pegang Prinsip Agama, Chocolicious Indonesia Tak Ucapan Natal Meski Dibully

Loading...
Pegang Prinsip Agama, Chocolicious Indonesia Tak Ucapan Natal Meski Dibully

MMC Indonesia- Sebuah toko kue di Makassar, Chocolicious Indonesia, viral di media sosial lantaran tersebar kabar bahwa toko tersebut menolak untuk menulis ucapan Natal di atas kue yang dipesan seorang pelanggan bernama Lanny Serestyen-Fransiska.

Dalam kabar yang viral itu, beredar akun instagram dari toko yang dimaksud, beserta dengan percakapan antara toko itu dengan Lanny sang pelanggan. Salah satu kutipan percakapan itu adalah "mohon maaf kami tidak menyediakan dan menulis ucapan natal kakak."

Mengenai peristiwa itu, Arnold Serestyen, suami Lanny, memastikan bahwa kabar yang beredar adalah keliru. Dia berujar bahwa yang memesan kue itu sejak awal bukanlah Lanny, melainkan dirinya. "Saya yang memesan. Mengenai screenshot chat yang beredar, itu juga percakapan saya dengan Chocolicious," kata dia kepada Tempo, Ahad, 24 Desember 2017.

Arnold memastikan bahwa saat itu tidak ada penolakan mengenai pesanan kuenya dari toko kue asal Makassar itu. "Saya tidak ditolak, saya yang membatalkan pesanan itu."

Meskipun, dia membenarkan bahwa memang toko kue itu tidak mau menuliskan ucapan selamat natal seperti yang sebelumnya dia minta. "Tapi saya tidak mempertanyakan alasan dari hal tersebut," kata dia. "Saya menduga itu karena alasan keagamaan, dan saya sangat menghormati itu."

Arnold mengatakan telah beberapa kali memesan kue di sana. Menurut dia, kue produksi Chocolicious itu memang berkualitas. "Their cakes are wonderful," ujar dia.

Arnolod pun berujar bahwa tidak ada masalah apapun antara dia dan toko kue itu. "Mereka tidak pernah menghina maupun rasis kepada saya," ujar pria asal Hongaria itu.

Dalam akun instagram @chocoliciousindonesia ternyata toko kue itu telah mengumumkan kebijakannya mengenai ucapan Natal itu, kemarin, Sabtu,24 Desember 2017. "Dengan segala kerendahan hati dan segala hormat. Sebelumnya kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Kami dari Chocolicious Indonesia belum bisa memberikan atau menyediakan tulisan ucapan selamat Natal dan semisalnya."

Melansir dari akun tersebut, kebijakan toko kue itu diambil bukan lantaran tidak menghargai agama dari para pelanggannya yang merayakan Natal. "Akan tetapi dengan segala hormat inilah yang harus kami jalankan dari prinsip agama kami," tuturnya.

Mereka berharap agar para pelanggannya dapat berkenan dan memahami keputusannya. "Sekali lagi kami mohon maaf dari hati kami yang paling tulus dan rasa saling menghormati dan menghargai sebagai anak bangsa Indonesia."

Meski demikian, kata akun tersebut, toko kue asal Makassar itu tetap menyediakan kartu ucapan dan papan cokelat sebagai kelengkapan pesanan.(aya/mmc/tempo)
Loading...

SHARE THIS